Abu Fairuz

Oleh : Abu Fairuz Abdurrohman Bin Soekaya Al-Qusdiy (Hafidhahullah)

Semoga Alloh merohmati akhunal mujahid Muhammad Rofi’i dengan  rohmah yang luas. Demikian pula seluruh saudara kita yang meninggal demi membela agama dan manhaj yang murni ini. Dan semoga Alloh merohmati dan memuliakan seluruh ayah bunda mereka. Semoga para ikhwah tadi sudah bahagia di Jannah. Alloh ta’ala berfirman:

يا عباد لا خوف عليكم اليوم ولا أنتم تحزنون * الذين آمنوا بآياتنا وكانوا مسلمين * ادخلوا الجنة أنتم وأزواجكم تحبرون * يطاف عليهم بصحاف من ذهب وأكواب وفيها ما تشتهيه الأنفس وتلذ الأعين وأنتم فيها خالدون * وتلك الجنة التي أورثتموها بما كنتم تعملون * لكم فيها فاكهة كثيرة منها تأكلون.

“Wahai para hamba-Ku, pada hari ini kalian takkan tertimpa ketakutan dan kalian tidak pula bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat  Kami dan mereka adalah muslimin. Masuklah kalian dan istri-istri  ke dalam Jannah dalam keadaan kalian disenangkan.
Dikelilingkan kepada mereka piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam Jannah ada apa saja yang diinginkan oleh jiwa dan disukai oleh mata. Dan mereka kekal di dalamnya.
Dan Jannah itu Aku wariskan pada kalian disebabkan oleh apa yg dulu kalian kerjakan. Kalian di dalamnya akan mendapatkan buah-buahanan yang banyak, yang sebagiannya kalian makan.” (QS. Az Zukhruf: 68-73).

Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda:
ما الدنيا في الآخرة إلا كما يجعل أحدكم إصبعه في اليم فلينظر بم يرجع.
“Tidaklah dunia dibandingkan dengan  akhirat kecuali salah seorang dari kalian memasukkan jarinya ke dalam lautan. Maka hendaknya dia melihat dengan  apa jarinya itu kembali.” (HR. Muslim dari  Al Mustaurid bin Syaddad rodhiyallohu’anhu)
Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda:
لروحة في سبيل الله أو غدوة خير من الدنيا وما عليها. ولقاب قوس أحدكم في الجنة خير من الدنيا وما عليها. ولو أن امرأة من أهل الجنة اطلعت على أهل الدنيا لأضاءت ما بينهما ولملأته ريحا ولنصيفها على رأسها خير من الدنيا وما عليها.
“Sungguh perjalan di jalan Alloh di waktu sore atau pagi itu lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di atasnya. Dan sungguh tempat ujung busur salah seorang dari kalian di Jannah itu lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di atasnya”.

Dan andaikata ada wanita dari ahlul Jannah melongok ke penduduk dunia, niscaya dia akan menerangi jarak antara Jannah dn dunia, dan dia akan memenuhinya dengan aroma harum. Dan sungguh kerudungnya yang ada di atas kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di atasnya.” (HR. Al Bukhori dari Anas rodhiyallohu’anh).
Apalah harga dunia yang manusia sibuk berkelahi memperebutkannya dan lalai dengan Jannah di sisi Robb mereka. Itupun kalau mereka berhasil mendapatkan sebidang tanah dunia dengan berbagai kecapekannya, berapa lama mereka menguasainya? Mungkin 60 th, atau 70 th dan sebagainya. Tak akan lebih dari 200 tahun. Setelah itu mati dan selesailah kesenangannya dengan tanah tadi.
Alloh ta’ala berfirman:
كل نفس ذائقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز. وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور.
“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan hanya pada Hari Kiamat sajalah pahala kalian akan ditunaikan dengan sempurna. Maka barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam Jannah maka sungguh dia beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia itu kecuali kesenangan yg menipu.” (QS. Ali Imron: 185).


Sungguh tertipu orang-orang  yang terlalaikan dengan dunia dari Akhirat. Banyak orang tahu bahwa dunia itu fana. Akan tetapi mabuknya dunia membikin kesadaran itu hilang. Banyak dari mereka sadar setelah datangnya kedahsyatan Kiamat. Alloh ta’ala berfirman:
فإذا جاءت الطامة الكبرى * يوم يتذكر الإنسان ما سعى * وبرزت الجحيم لمت يرى.
“Maka apabila telah datang malapetaka yang besar, pada hari di mana manusia ingat apa yang telah dikerjakannya. Dan Jahim ditampakkan pada orang yang melihat.”


Saat itulah dia tau betapa pendeknya umur dunia. Alloh ta’ala berfirman:
كأنهم يوم يرونها لم يلبثوا إلا عشية أو ضحاها.
“Seakan-akan pada hari mereka melihatnya itu mereka tidak tinggal di dunia kecuali di waktu sore atau pagi saja.”

Kabar gembira bahwasanya di samping kenikmatan di Jannah itu agung tiada tara, dia juga bertambah dan tidak monoton. Tiada yang bosan. Nabi shollallohu’alaihiwasallam bersabda:
إن في الجنة لسوقا  يأتونها كل جمعة فتهب عليهم ريح الشمال فتحثو على وجوههم وثيابهم فيزدادون حسنا وحمالا. فيرجعون إلى أهليهم وقد ازدادوا حسنا وجمالا, فيقولون لهم: والله لقد ازددتم بعدنا حسنا وجمالا. فيقول لهم أهلوهم: وأنتهم والله لقد ازددتم حسنا وجمالا.
“Sesungguhnya di Jannah itu ada pasar yang mereka datangi setiap hari Jum’at. Lalu bertiuplah pada mereka angin utara, menerpa  wajah-wajah mereka dan baju-baju mereka. Maka bertambahlah keindahan dan ketampanan mereka. Lalu mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan istri-istri mereka juga telah bertambah indah dan cantik. Maka mereka berkata pada istri-istri mereka:”Demi Alloh, kalian telah bertambah indah dan cantik sepeninggal kami.” maka istri mereka menjawab: “Kalian juga demi Alloh telah bertambah indah dan tampan.” (HR. Al Bukhori dari Anas rodhiyallohu’anh).

Diantara gambaran keindahan dan kenikmatan jannah adalah seperti yang digambarkan oleh Ibnu Abbas RadhiAllahu’anhuma :

نخل الجنة جذوعها من زمرد أخضر وكرفها ذهب أحمر, وسعفها كسوة الجنة منها مقطعاتهم وحللهم, وثمرها أمثال القلال والدلاء أشد بياضا من اللبن وأحلى من العسل وألين من الزبد.

Pohon korma Jannah pangkalnya dari zamrud hijau, batangnya dari emas merah, pelepahnya menjadi pakaian-pakaian Jannah, darinyalah potongan baju dan hullah (gabungan sarung dn selendang) mereka. Buah-buahannya semisal dengan gentong-gentong  dan timba-timba, lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, dan lebih lembut daripada keju.” (HR. Ibnul Mubarok/Az Zuhd/no. 1488/hasan)  billahit taufiq

Kamis, 17 Muharram 1435 H