Wafatnya Abu Qudamah Abdurrahaman

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Kembali Salafiyyun Indonesia khususnya dan dari seluruh negara yang punya perhatian dengan masalah ini pada umumnya dikejutkan dengan berita duka atas meninggalnya akhunal Fadhil Al Mujahid Abu Qudamah Wahyuddin bin Hamzah dari kota sinjai di sulawesi selatan. Meninggal di bumi jihad Kitaf Yaman.
Semoga Alloh memuliakan beliau dan ayah bunda beliau serta segenap adik, kakak dan kerabat beliau di dunia dan akhirat. Semoga Alloh menggembirakan mereka dengan kemuliaan laba dari jual beli yang agung ini:


إن الله اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة يقاتلون في سبيل الله فيقتلون ويقتلون وعدا عليه حقا في توراة والإنجيل والقرآن ومن أوفى بعهده من الله فاستبشروا ببيعكم الذي بايعتم به وذلك هو الفوز العظيم.


“Sesungguhnya Alloh telah membeli dari Mukminin diri-diri mereka dan harta-harta mereka dengan bahwasanya mereka akan mendapatkan Jannah. Mereka berperang di jalan Alloh, lalu mereka membunuh dan terbunuh. Itu sebagai janji yang wajib Alloh tunaikan dalam Tauroh, Injil dan Qur’an. Dan siapakah yang lebih menunaikan apa yang dijanjikannya daripada Alloh? Maka bergembiralah kalian dengan jual beli kalian. Dan yang demikian itulah keberuntungan yang agung.” (QS. At Taubah: 111).
“Mentari Berkilau Indah, Menyibak Mendung Keluarga Sang Mujahid Abu Qudamah”

بسم الله الرحمن الرحيم. الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين أما بعد:


Pada malam senin tanggal 23 Muharrom 1435 H datanglah berita yang mengejutkan tentang meninggalnya Al Akh Al Mujahid Abu Qudamah Wahyuddin bin Hamzah As Sinjayi -semoga Alloh merohmatinya- di bumi jihad Kitaf Yaman.
Terasa luluh hati mendengar itu. Teringatlah saya akan kelembutannya dan kesopanannya. Terkenanglah saya akan kebutuhannya terhadap kitab-kitab dars di Darul Hadits Dammaj. Terbayang juga kebutuhannya yang lain sehingga dia terkadang bekerja yang halal dan baik untuk memenuhi hajatnya, sebagaimana hal itu dilakukan para Salafush Sholih -semoga Alloh meridhoi mereka-. Bahkan Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda:

لأن يأخذ أحدكم حبله فيأتي بحزمة الحطب على ظهره فيبيعها, فيكف الله بها وجهه, خير له من أن يسأل الناس, أعطوه أو منعوه.
“Sungguh benar-benar jika salah seorang dari kalian mengambil talinya lalu datang dengan seikat kayu bakar di atas punggungnya, lalu dia menjualnya, yang dengan itu Alloh memelihara wajahnya, maka itu lebih baik untuknya daripada dia minta-minta pada manusia, lalu mereka memberinya atau menghalanginya.” (HR. Al Bukhori (1471)/ dari Az Zubair rodhiyallohu ‘anh).
Ternyata saudara yang berakhlaq baik itu gugur menjadi korban kebengisan rofidhoh. Rofidhoh tidak mengarahkan senjata mereka untuk memerangi orang-orang kafir yang jahat, tapi justru memakainya untuk membantai muslimin.
(kita lanjutkan risalah:) Jiwa yang cinta Islam dan sunnah tidak rela dengan pengepungan kejam yang dilakukan oleh rofidhoh terhadap Ahlussunnah Dammaj, maka demi memenuhi panggilan Alloh melalui seruan para ulama, Abu Qudamahpun berangkat ke bumi Kitaf, bergabung dengan ribuan Salafiyyun dan pejuang qobilah-qobilah muslimin yang mulia untuk mendobrak kepungan terhadap Dammaj tadi.
Tanggal 22 Muharrom 1435 H, di tengah berkecamuknya peperangan antara tentara Ar Rohman melawan tentara setan, medan laga Kitaf menjadi saksi robohnya Abu Qudamah As Sinjayi Al Indonesi dengan darah yang berleleran. Pemuda yang lahir di Sinjai Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Mei 1985 M (sekitar tahun 1404 H) itu mengakhiri tugas hidupnya dengan puncak jual beli yang agung itu.

إن الله اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة يقاتلون في سبيل الله فيقتلون ويقتلون وعدا عليه حقا في توراة والإنجيل والقرآن ومن أوفى بعهده من الله فاستبشروا ببيعكم الذي بايعتم به وذلك هو الفوز العظيم.
Alloh ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Alloh telah membeli dari Mukminin diri-diri mereka dan harta-harta mereka dengan bahwasanya mereka akan mendapatkan Jannah. Mereka berperang di jalan Alloh, lalu mereka membunuh dan terbunuh. Itu sebagai janji yang wajib Alloh tunaikan dalam Tauroh, Injil dan Qur’an. Dan siapakah yang lebih menunaikan apa yang dijanjikannya daripada Alloh? Maka bergembiralah kalian dengan jual beli kalian. Dan yang demikian itulah keberuntungan yang agung.” (QS. At Taubah: 111).
Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata tentang ayat ini: “Dan Alloh mengganti mereka atas diri dan harta mereka dengan Jannah, dan bahwasanya transaksi dan janji tadi di dalam kitab-kitab-Nya yang diturunkan dari langit, yaitu Tauroh, Injil dan Qur’an. Lalu Alloh mengokohkan yang demikian itu dengan memberitahu mereka bahwasanya tiada yang lebih menunaikan janji selain Dia Yang Maha Penuh Berkah dan Mahatinggi. Lalu Alloh mengokohkan yang demikian itu dengan memerintahkan mereka untuk bergembira dengan jual beli yang mereka lakukan dengan-Nya. Lalu Alloh memberitahu mereka bahwasanya yang demikian itu adalah keberuntungan yang agung.
Maka hendaknya orang yang bertransaksi dengan Robbnya itu merenungkan transaksi jual beli ini: alangkah agungnya nilainya, dan alangkah mulianya, karena sesungguhnya Alloh Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia itulah Sang Pembelinya, dan harganya adalah Jannah-Jannah yang penuh kenikmatan, keberuntungan dengan keridhoan-Nya, dan bersenang-senang dengan melihat-Nya di sana.
Dan orang yang transaksi tadi berlangsung melalui tangannya adalah Rosul-Nya yang lebih mulia bagi-Nya daripada para malaikat dan manusia. Dan sesungguhnya suatu barang dagangan yang nilainya seperti ini telah dipersiapkan untuk suatu perkara yang agung dan urusan yang amat besar.
Seperti syair: “Sungguh mereka telah mempersiapkan dirimu untuk suatu perkara agung, andaikata engkau menyadarinya. Maka kasihanilah dirimu untuk engkau menggembalanya bersama kesia-siaan.”
Mahar cinta dan Jannah adalah pencurahan jiwa dan harta untuk pemiliknya (yang asli) Yang membelinya dari kaum Mukminin. Maka apa urusan antara orang pengecut yang berpaling yang rugi dengan barang dagangan ini? Demi Alloh, barang dagangan tadi tidaklah remeh sehingga ditawar oleh orang yang bangkrut, dan tidak pula murahan sehingga dibeli dengan penundaan oleh orang susah membayar utang.
Sungguh barang dagangan tadi telah ditegakkan untuk ditawarkan di pasar “Siapakah yang menginginkan?” Maka Robbnya tidak meridhoinya dengan harga lebih rendah daripa pencurahan jiwa, maka para pengangguran mengundurkan diri, dan bangkitlah para pecinta sambil menanti-nanti siapakah dari mereka yang pantas untuk dirinya menjadi harga dagang? Maka barang dagangan beredar di antara mereka, dan jatuh di tangan: “Mereka lemah lembut pada Mukminin, keras pada kafirin.” (QS. Al Maidah: 54).
(selesai penukilan dari “Zadul Ma’ad”/3/hal. 65).
Semoga Alloh menganugrahkan jenis pahala yang paling utama untuk Al Akh Al Mujahid Abu Qudamah As Sinjai rohimahulloh. Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anh berkata:


جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: دلني على عمل يعدل الجهاد. قال: لا أجده. قال: هل تستطيع إذا خرج المجاهد أن تدخل مسجدك فتقوم ولا تفتر, وتصوم ولا تفطر؟ قال: ومن يستطيع ذلك؟!


Seseorang datang pada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam seraya berkata: “Tunjukkanlah pada saya suatu amalan yang menyamai jihad.” Beliau menjawab: “Aku tidak mendapatinya.” “Apakah engkau sanggup jika sang mujahid keluar, untuk engkau masuk ke masjidmu, lalu engkau sholat tanpa berhenti, dan puasa tanpa berbuka?” Dia berkata: “Siapakah yang bisa berbuat itu?” (HR. Al Bukhori (2785)).
Dan dari Abu Sa’id Al Khudriy rodhiyallohu ‘anh yang berkata:


قيل: يا رسول الله أي الناس أفضل؟فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مؤمن يجاهد في سبيل الله بنفسه وماله.قالوا: ثم من؟ قال: مؤمن في شعب من الشعاب يتقي الله ويدع الناس من شره.


Ada yang bertanya: “Wahai Rosululloh, siapakah orang yang paling utama?” Maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam menjawab: “Seorang mukmin yang berjuang di jalan Alloh dengan jiwa dan hartanya. Mereka bertanya: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Seorang mukmin yang ada di suatu syi’b (lembah di antara dua gunung), beribadah pada Alloh, dan meninggalkan manusia dari kejelekannya.” (HR. Al Bukhori (2786)).
Hadits berikutnya dari beliau juga, diriwayatkan al Imam Muslim no. (4879) dan hampir senada dangan hadits dari Abu Huroiroh
‏ ‏ rodhiyallohu ‘anhu diriwayatkan al Imam Al Bukhori no. (2790):


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من 9″ن بالله ,برسوله, وأقام الصلاة وصام رمضان, كان حقا على الله أن يدخله الجنة, جاهد في سبيل الله أو جلس في أرضه التي ولد فيها. فقالوا: يا رسول الله, أفلا أبشر الناس؟ قال: إن في الجنة مائة درجة أعدها الله للمجاهدين في سبيل الله ما بين كل درجة كما بين السماء والأرض. فإذ سألتم الله فاسألوه الفردوس, فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة. وفوقه عرش الرحمن, ومنه تفجر أنهار الجنة.


Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam bersabda: Barangsiapa beriman pada Alloh dan Rosul-Nya, menegakkan sholat, berpuasa Romadhon, wajib bagi Alloh untuk memasukkannya ke dalam Jannah, dia berjihad di jalan Alloh ataukah duduk di buminya tempat dia dilahirkan.”
Orang-orang berkata: “Wahai Rosululloh, apakah tidak sebaiknya kami mengabarkan pada orang-orang tentang berita gembira ini?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya di Jannah ada seratus derajat yang Alloh siapkan untuk orang-orang yang berjihad di jalan Alloh. Jarak antara setiap derajat adalah bagaikan antara langit dan bumi.
Maka apabila kalian minta pada Alloh, maka mintalah pada-Nya Firdaus, karena dia itu adalah Jannah yang terbagus dan tertinggi. Atapnya adalah Arsy Ar Rohman, dan darinyalah memancar sungai-sungai Jannah.”
Alangkah hebatnya pahala yang Alloh sediakan bagi orang yang mati syahid di jalan-Nya. Dan alangkah ruginya orang yang sibuk berebut dunia yang amat sedikit dan fana. Alloh ta’ala berfirman:


اعلموا أنما الحياة الدنيا لعب ولهو وزينة وتفاخر بينكم وتكاثر في الأموال والأولاد كمثل غيث أعجب الكفار نباته ثم يهيج فتراه مصفرا ثم يكون حطاما وفي الآخرة عذاب شديد ومغفرة من الله ورضوان وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور.


“Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia itu permainan, kesia-siaan, perhiasan, dan sikap saling berbangga diri di antara kalian, serta saling berbanyak-banyak dalam harta dan anak-anak. Bagaikan hujan deras yang (menumbuhkan tanaman, lalu) tanamannya membikin para petani kagum, semakin tumbuh, lalu engkau lihat dia itu menguning, lalu menjadi hitam hangus. Dan di Akhirat itu ada siksaan yang keras, ampunan dari Alloh dan keridhoan-Nya. Dan tidaklah kehidupan dunia itu kecuali kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid: 20).
Akan tetapi, siapakah yang mau mengambil pelajaran, lalu memperbaiki sisa hidupnya sebelum kesempatan itu sirna? Alloh ta’ala berfirman:

كلا إذا دكت الأرض دكا دكا * وجاء ربك والملك صفا صفا * وجيء يومئذ بجهنم يومئذ يتذكر الإنسان وأنى له الذكرى * يقول يا ليتني قدمت لحياتي * فيومئذ لا يعذب عذابه أحد * ولا يوثق وثاقه أحد.


“Sekali-kali tidak demikian. Jika bumi telah digoncangkan dengan sebenar-benarnya, dan Robbmu datang dalam keadaan malaikat berbaris-baris, dan pada hari itu didatangkanlah Jahannam. Pada hari itu manusia tersadarkan, akan tetapi apalah gunanya kesadaran saat itu untuknya? Dia berkata: “Aduh, andaikata aku telah mempersiapkan amalan untuk kehidupanku yang ini.” maka pada hari itu tidak ada seorangpun yang menyiksa seperti siksaan Alloh, dan tidak ada seorangpun yang mengikat seperti ikatan Alloh.” (QS. Al Fajr: 21-26).
Akan tetapi orang yang mantap pengetahuannya tentang Alloh dan hakikat kehidupan ini, diapun tenang dalam keimanan pada Alloh dan benar-benar beramal sholih, serta lurus di atas kebenaran sampai saatnya berjumpa dengan Robbnya. Lalu dikatakan padanya:


يا أيتها النفس المطمئنة * ارجعي إلى ربك راضية مرضية * فادخلي في عبادي * وادخلي جنتي.


“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Robbku dalam keadaan ridho dan diridhoi. Lalu masuklah ke dalam rombongan para hamba-Ku (golongan yang rajin menghambakan diri pada Alloh), dan masuklah ke dalam Jannah-Ku.” (QS. Al Fajr: 27-30).

Ketahuilah wahai saudara-saudaraku yang di sana, bahwasanya Rofidhoh memerangi kami bukan karena banyaknya harta kami. Bukan pula karena kami punya kursi kekuasaan dan sibuk politik.
Banyak orang di bumi sudah tahu bahwa kebanyakan pelajar Darul Hadits di Dammaj itu miskin-miskin harta, rumahnya dari tanah liat yang sederhana, tunjangan bulanannya juga pas-pasan, menjauh di tengah desa terpencil di kelilingi gunung-gunung tandus, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, menghindari ramainya percaturan politik, tidak ikut bersaing dengan pencari tampuk kepemimpinan.
Ahlu Dammaj rela makan seadanya, dengan fasilitas air dan listrik yang amat terbatas.
Akan tetapi kenapa mereka masih dikejar-kejar, disayat-sayat perasaannya dengan tuduhan-tuduhan palsu, dilukai badannya dengan peluru-panas, dibikin cacat tubuhnya dengan pecahan-pecahan mortir yang tajam, yang ini mati,kepalanya pecah dan otaknya terhambur, yang itu perutnya robek dan usus terburai, puluhan bocah menjadi yatim kehilangan ayah, banyak wanita lemah kehilangan suaminya, ada balita mati kelaparan dan kekeringan, ada ibu yang sakit-sakitan lalu meninggal karena minim obat-obatan. Bahkan ada ibu-ibu yang meninggal dengan kepala retak dihantam pecahan mortir. Ada anak-anak yang menggiring binatang Qurban, justru dirinya jadi korban keganasan penembak rofidhoh, meninggal dengan kepala berlubang besar.
Masjid-masjid jebol, rumah-rumah ambrol, tandon air berantakan, sarana listrik rusak, para wanita dan anak kecil meringkuk di ruang-ruang perlindungan yang pengap dan sempit. Yang lelaki tanggung dan dewasa bergulat menahan keroyokan nyamuk dan cuaca dingin yang menggigit di perbatasan, demi menghadang serangan durjana rofidhoh yang tak kenal belas kasihan.
Tidak lain kecuali karena Ahlu Dammaj setia memegang Kitab dan Sunnah di atas jalan Salafush sholih, meskipun terasa panas bagaikan memegang bara api.
Untuk apa mereka berbuat semua ini?
Inilah yang membikin rofidhoh meradang kesetanan dan haus darah, mengepung Dammaj, menghalangi masuknya makanan, minuman dan obat-obatan, sambil menembaki masyarakat dengan berbagai alat pembunuh yang modern.
Senjata rofidhoh tidak diarahkan pada orang-orang kafir yang jahat, tapi dihantamkan pada orang-orang Islam.
Ketika kejahatan mereka mencapai puncaknya, maka bangkitlah jiwa persaudaraan Muslimin sehingga terbentuklah Hilfun Nushroh di Kitaf Wailah Yaman, dan di Hasyid serta di Harodh dan yang lainnya.
Medan laga antara Sunnah dan Rofidhoh, antara Islam dan kufur, antara tentara Ar Rohman dan tentara setan.
kami tidak menzholimi mereka, tapi merekalah yang amat zholim. Manakala kezholiman semakin memuncak, dan korban terus berjatuhan, kesabaran orang-orang selalu mengalah telah mencapai titik akhir, maka jangan salahkan kami jika kami bangkit meronta! Wahai tentara Alloh, saatnya untuk maju!
Maka sungguh beruntung orang-orang yang menyambut panggilan syar’i dengan ikhlas dan berani. Alloh ta’ala berfirman:
يا أيها الذين آمنوا ما لكم إذا قيل لكم انفروا في سبيل الله اثاقلتم إلى الأرض أرضيتم بالحياة الدنيا من الآخرة فما متاع الحياة الدنيا في الآخرة إلا قليل.
“Wahai-orang yang beriman, kenapa kalian jika dikatakan pada kalian: “Berangkatlah di jalan Alloh” kalian merasa berat ke bumi? Apakah kalian ridho dengan kehidupan dunia daripada Akhirat? Maka tidaklah kesenangan kehidupan dunia dibandingkan dengan Akhirat kecuali sedikit.” (QS. At Taubah: 38).
Ini bukanlah tawuran seperti tuduhan sebagian hizbiyyin, ini adalah jihad syar’i, dalil-dalilnya jelas. Ini jihad Islam melawan kekufuran dan kezholiman, bukan pemverontakan khowarij yang gemar mencari kursi kekuasaan. Kemudian Alloh ta’ala berfirman:
إلا تنفروا يعذبكم عذابا أليما ويستبدل قوما غيركم ولا تضروه شيئا والله على كل شيء قدير.
“Jika kalian tidak berangkat maka Alloh akan menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih dan akan mengganti kalian dengan kaum selain kalian, dan kalian tidak bisa membahayakannya sedikitpun. Dan Alloh Maha Mampu atas segala sesuatu.” (QS. At Taubah: 39).
انفروا خفافا وثقالا وجاهدوا بأموالكم وأنفسكم في سبيل الله ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون.
Dan Alloh ta’ala juga berfirman:
“Berangkatlah kalian dalam kondisi ringan dan berat, dan berjihadlah kalian dengan harta-harta dan diri kalian di jalan Alloh. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (QS. At Taubah: 41).
Maka bergembiralah para mujahidin jihad syar’i, dan keluarga mereka.
Untuk melengkapi hiburan keluarga Al Akh Al Mujahid Abu Qudamah rohimahulloh, berikut ini saya nukilkan surat bela sungkawa dari Asy Syaikh Al Fadhil Abu Muhammad Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد : فقد قتل يوم امس ونحسبه شهيدا في جبهة كتاف أخونا المفضال أبو قدامة الاندنوسي رحمه وكان مدرسا ناجحا فقد درس بعض أبنائي في فترة وجيزة فاستفادوا في القرأة والكتابة أيما استفادة وكان خدوما لطلاب العلم مجاهدا فأحسن الله عزاء أهل السنة جميعا فيه من الاندنوسيين وغيرهم ومن رسائله الجميلة ما سطره قبل موته إلى صهره حيث قال: اعلموا أن الإبتلاء ومشاكل الحروب اللتي أنتم عليه الآن،يعتبر من جملة تربية الله لكم،لتقوى قلوبكم على مواجهة مشاكل الدعوة والأمة فى مستقبلكم لمن سلم منكم،فقد تعلمتم،وفتح الله لكم باب تطبيق العملي،في باب الصبر والجهاد،فمثل هذا الحال يعتبر أكبر الإبتلاء فى حياة الداعي إلى الله،فمن نجح فما دونه أهون بإذن الله. فهنيئا لكم انتهى كتبه أبو محمد الحجوري ٢٢ محرم ١٤٣٥
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد:
Pada hari kemarin saudara kita yang sangat mulia Abu Qudamah Al Indonesiy rohimahulloh terbunuh, dan kami menduga beliau menjadi syahid, di front Kitaf.
Beliau dulu adalah pengajar yang sukses. Beliau telah mengajari sebagian anak-anakku dalam jangka waktu yang singkat, sehingga mereka mengambil faidah yang sangat besar dalam masalah qiroah (membaca) dan kitabah (menulis). Beliau sangat senang melayani para pelajar dan beliau adalah seorang mujahid.
Maka semoga Alloh memperbagus hiburan untuk Ahlussunnah semuanya tentang beliau, dari kalangan orang-orang Indonesia dan yang lainnya.
Dan termasuk surat beliau yang indah adalah apa yang ditulisnya sebelum wafatnya, kepada iparnya, yang mana beliau berkata:
“Ketahuilah bahwasanya ujian-ujian dan problematika peperangan yang kalian alami sekarang, maka itu terhitung sebagai bagian dari pendidikan Alloh untuk kalian, untuk memperkuat hati-hati kalian dalam menghadapi problematika dakwah dan umat di masa yang akan datang, bagi yang selamat di antara kalian.
Kalian telah belajar, dan Alloh telah membukakan untuk kalian pintu penerapan secara amalan dalam bab kesabaran dan jihad. Maka kondisi semacam ini terhitung sebagai ujian terbesar dalam kehidupan seorang dai ilalloh. Maka barangsiapa sukses, maka yang selain itu adalah lebih ringan, dengan seidzin Alloh. Maka kuucapkan selamat bagi kalian.” selesai.
Ditulis oleh Abu Muhammad Al Hajuriy.
22 Muharrom 1435 H.
Dan keluarga orang mukmin yang meninggal hendaknya tidak terus-menerus bersedih dengan meninggalnya anggota keluarga mereka. Bahkan hendaknya sabar dan ridho dengan takdir Alloh. Dan yakinlah bahwa setelah kesulitan dan problem hati pasti akan datang kemudahan dan jalan keluar.
فإن مع العسر يسرا * إن مع العسر يسرا.
Alloh ta’ala berfirman:
“Maka sesungguhnya bersama kesukaran itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesukaran tadi ada kemudahan.” (QS. Al Insyiroh: 5-6).
Al Imam Ibnu Hibban rohimahulloh berkata:
فكم من شدة قد صعبت وتعذر زوالها على العالم بأسره ثم فرج عنها السهل في أقل من لحظة.
“Maka alangkah banyaknya kesulitan yang berat dan tidak mungkin dihilangkan oleh alam semesta semuanya, lalu kemudahan justru bisa menghilangkannya dalam waktu kurang dari sekejap.” (“Roudhotul ‘Uqola”/hal. 192).
Alloh takkan menyia-nyiakan keluarga mukminin di dunia dan akhirat. Alloh ta’ala berfirman:
إن الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا وأبشروا بالجنة التي كنتم توعدون * نحن أولياؤكم في الحياة الدنيا وفي الآخرة ولكم فيها ما تشتهي أنفسكم ولكم فيها ما تدعون * نزلا من غفور رحيم.
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Robb kami adalah Alloh,” lalu mereka istiqomah, para malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata: “Janganlah kalian takut, janganlah kalian bersedih hati. Dan bergembiralah kalian dengan Jannah yang dulu dijanjikan pada kalian. Kami adalah para penolong dan penyerta kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat. Dan kalian di dalam Jannah akan mendapatkan apa yang diinginkan oleh jiwa kalian, dan kalian di dalam Jannah akan mendapatkan apa yang kalian minta, sebagai hidangan jamuan dari Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat: 30-32).
Alloh ta’ala berfirman:
فالله خير حافظا وهو أرحم الراحمين.
“Maka Alloh adalah Pemelihara Yang terbaik, dan Dia adalah Yang paling penyayang.” (QS. Yusuf: 64).
Saya cukupkan sampai di sini surat hiburan ini. Semoga Alloh menyibakkan mendung kesedihan dari keluarga sang Mujahid, dan menyinari mereka dengan matahari hidayah, dan menyegarkan mereka dengan embun kegembiraan.
Dammaj, 24 Muharrom 1435 H.
Ditulis oleh al faqir ilalloh:

Abu Fairuz Abdurrohman Al Jawiy ‘afallohu ‘anhu

Selesai Pada Jam 00:02 wib