mengurai 1,2

Baca Online di Dropbox / Drive :

Buku 1 >>Klik Disini<<

Buku 2 >>Klik Disini<<

Download Bukunya disini !

 MENGURAIKAN MASALAH SEPUTAR HUKUM BERDASARKAN LAHIRIYYAH DAN DEFINISI BAYYINAH 1

 MENGURAIKAN MASALAH SEPUTAR HUKUM BERDASARKAN LAHIRIYYAH DAN DEFINISI BAYYINAH 2

PENGANTAR PENERBIT

Ibnu Mas`ud –radhiyallohu `anhu- berkata: “Seseorang itu hanyalah akan mengajak berjalan dan bersahabat dengan orang disukainya dan yang seperti dirinya” (“Al Ibanah” 2\476\ karya Imam Ibnu Baththoh -rahimahulloh-).

Dan dalam satu riwayat: “Nilailah seseorang itu dengan orang yang bersahabat dengannya, karena dia itu hanya akan bersahabat dengan orang yang semisal dengannya.”

Syu’bah –rowi atsar ini- berkata: Aku dapati tertulis di kitabku: “Seseorang itu hanyalah akan bersahabat dengan orang disukainya.” (“Al Ibanah”/no. 505).

Atsar Ibnu Mas’ud ini juga diriwayatkan oleh Al Baihaqiy di “Syu’abul Iman” no. 8994, dan Abdurrozzaq di “Al Mushonnaf” no. 7894. Atsar ini jayyid dengan seluruh jalannya.

Kita tidak tahu isi hati manusia, akan tetapi As Salafush sholih membimbing kita untuk melihat kepada sahabat orang itu, karena seseorang itu tidaklah bersahabat kecuali dengan orang yang sesuai dengannya. Dan ini diambil dari Rosululloh صل الله عليه وسلم yang bersabda:

الأرواح جنود مجندة فما تعارف منها ائتلف وما تناكرمنها اختلف

“Ruh-ruh adalah tentara yang berkelompok-kelompok. Yang saling mengenal akan saling condong, dan yang tidak saling mengenal akan saling berselisih.” (HSR Muslim di “Shohih” (2638), Al Bukhori di “Al Adabul Mufrod” (901) dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu).

Kata-kata diatas adalah dari Salafussholih, yang menjadi acuan kita untuk menerbitkan tulisan karya akhunaa Abu Fairuz Abdurrrahmaan bin Soekojo Al-Qudsi yang beliau beri judul

“MENGURAIKAN MASALAH SEPUTAR HUKUM BERDASARKAN LAHIRIYYAH DAN DEFINISI BAYYINAH”

 Dalam rangka nasihat kepada para pencari Al-Haq yang murni, agar mereka melihat keadaan diri-diri mereka berdasarkan kitabullah dan sunnah diatas pemahaman salaf, dengan memperhatikan landasan pokok ahlussunnah ini, akan tampak jelas dengan siapa dia menuntut ‘ilmu, berteman atau menikah , karena semuanya sesuai dengan keadaan dirinya.

Kalau seseorang suka berdusta engkau akan lihat bahwa teman-temannya ternyata memang memilki jenis yang sama, yaitu gemar berdusta juga.

Kalau dia orang yang bergampang-gampang dalam maksiat, engkau akan dapati juga  bahwa ternyata teman, istri  juga gurunya memiliki kesamaan dalam bergampang-gampang dalam maksiat.

Seseorang hendaknya memperhatikan dimana dia mencari seorang guru/ustadz. Jika yang dipilihnya ternyata adalah seorang guru yang lemah pengingkaran terhadap kemaksiatan, atau cenderung kepada kebid’ahan. Maka lihatlah!, engkau akan dapati kesamaan teman teman yang sejalan dengan guru tersebut.

Semoga Allah melindungi kita, dari akhlaq yang buruk.

(Admin AshHabulHadits)