Makar kejam dibalik selimut malam

 Ditulis Oleh Al Faqir Ilallah:
Abu Fairuz Abdurrahman Bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawiy Al-Indonesiy
Di Rumah Sakit Ahlus-Sunnah Shan’a Yaman

بسم الله الرحمن الرحيم

Pembukaan 

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم أما بعد:

Sejenak saya berhenti di tepi jalan, menatap gedung putih bersemu merah jambu yang gagah menjulang ke angkasa. Di tengah hitamnya malam yang dikawal oleh bulan di langit. Gedung putih yang indah. Dengan mobil lalu lalang melintas dengan cepat menembus temaramnya malam. Banyak orang tidak tahu kisah gedung ini. Di situlah puluhan bahkan lebih dari seratus para singa sunnah terbaring bersabar menanti kesembuhan dari Alloh. Sebagiannya kehilangan kakinya untuk selamanya. Sebagian putus tangan kesayangannya. Yang lain luka kepalanya hingga melumpuhkan hampir seluruh syarafnya. Sebagiannya sudah hampir sembuh, sebagiannya dinyatakan para dokter bahwa mereka tak sanggup untuk mengobatinya meskipun diupayakan diobati di luar negri. Merekalah sebagian dari para korban kejahatan syiah rofidhoh di Yaman. Gunung Barroqoh, lembah Alu Manna’, lapangan Hadb, medan tempur Kitaf, Harodh, Hasyid dan yang lainnya menjadi saksi kepahlawanan para Ahlussunnah dalam membela umat dan agama, meskipun dengan mengorbankan jiwa raga dan menumpahkan darah demi menjaga benteng Islam. Mengingat banyaknya korban yang butuh perawatan, maka dengan bertawakkal penuh pada Alloh para Salafiyyun berhutang untuk menyewa gedung yang amat mahal itu.

Alloh ta’ala berfirman:

ومن يتوكل على الله فهو حسبه.

“Dan bangsiapa bertawakkal pada Alloh, maka Dia akan mencukupinya.” (QS. Ath Tholaq: 3).


Alloh ta’ala berfirman:

قل أعوذ برب الفلق . من شر ما خلق. ومن شر غاسق إذا وقب. ومن شر النفاثات في العقد. ومن شر حاسد إذا حسد.

“Katakanlah: “Saya berlindung kepada Robb waktu subuh, dari kejahatan makhluk yang membawa kejahatan, dan dari kejahatan kegelapan dan dinginnya malam, dan dari kejahatan para perempuan penyihir yang menghembuskan nafas ke simpul-simpul sihirnya, dan dari kejahatan orang yang dengki jika dia mendengki.” (QS. Al Falaq: 1-5).

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Dan andaikata sang hamba bertawakkal pada Alloh dengan sebenar-benar tawakkal kepada-Nya untuk menyingkirkan suatu gunung dari tempatnya, dan memang dia diperintahkan untuk menyingkirkannya, niscaya dia pasti bisa menyingkirkannya.” (“Madarijus Salikin”/1/hal. 81).

Malam semakin larut, terasa ada sesuatu yang tidak membikin nyaman. Memang kita diperintahkan untuk berlindung pada Alloh dari kejahatan waktu malam, karena kekuatan-kekuatan jahat lebih leluasa gentayangan di saat itu. Tapi Alloh adalah pelindung kaum mukminin. Maka hanya kepada-Nya sajalah kita berlindung.

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Dan sebab yang dalam rangka itu Alloh memerintahkan untuk memohon perlindungan dari kejahatan malam dan kejahatan bulan jika gelap dan mendingin adalah: bahwasanya malam itu jika telah datang, maka dia adalah tempat kekuasaan roh-roh jahat yang busuk. Dan di saat itulah setan-setan bertebaran. Dan di dalam hadits shohih dikabarkan bahwasanya Nabi shollallohu’alaihiwasallam mengabarkan:

أن الشمس إذا غربت انتشرت الشياطين.

“Bahwasanya matahari jika telah terbenam, para setanpun bertebaran.”

Karena itulah beliau bersabda:

فاكتفوا صبيانكم واحسبوا مواشيكم حتى تذهب فحمة العشاء.

“Maka tahanlah anak-anak kalian, dan tahan juga ternak-ternak kalian sampai hilangnya awal kegelapan isya. “Hadits riwayat Al Bukhoriy (3280) dan Muslim (2013) [dari Jabir rodhiyallohu’anhu].

Dan di dalam hadits yang lain:

فإن الله يبث من خلقه ما يشاء.

“Karena sesungguhnya Alloh menebarkan sebagian makhluq-Nya sesuai kehendak-Nya.” [HR. Al Hakim (1632), Ibnu Hibban (5517), Abd bin Humaid (1157) dari Jabir juga. Tapi di dalamnya ada ‘an’anah Ibnu Ishaq sementara dia adalah mudallis].

Dan malam adalah tempat kegelapan, dan di dalamnya para setan manusia dan jin berkuasa tidak sebagaimana berkuasanya mereka di siang hari, karena sesungguhnya siang adalah cahaya, dan para setan itu kekuasaan mereka hanyalah di dalam kegelapan, di tempat-tempat yang gelap dan terhadap tokoh kegelapan.” (Selesai dari “Badai’ul Fawaid”/2/hal. 445). 

Bab SatuMakar Baru Para Budak Setan Terhadap Tentara Ar Rohman 

Malam semakin larut. Saya sudah kembali ke dalam kamar karena memang sudah saatnya istirahat. Karena saat ini harus agak berhati-hati. Tapi keinginan untuk berbagi cerita dengan saudara di tanah air menghalangi hasrat untuk segera tidur. Terdengar gonggongan anjing berkali-kali di luar kamar. Semoga bukan lolongan karena melihat setan yang tengah gentayangan.

Dari Jabir rodhiyallohu’anhu, bahwasanya Nabi shollallohu’alaihi wasallam bersabda:

أقلوا الخروج بعد هدوء فإن لله دوابا يبثهن. فمن سمع نباح الكلب أو نهاق حمار فليستعذ بالله من الشيطان الرجيم فإنهم يرون ما لا ترون.

“Kurangilah keluar setelah terbenamnya matahari, karena sesungguhnya Alloh memiliki makhluk-makhluk yang Dia tebar (saat itu). Maka barangsiapa mendengar lolongan anjing atau ringkikan keledai, maka berlindunglah pada Alloh dari gangguan setan yang terkutuk, karena anjing dan keledai tadi melihat apa yang tidak kalian lihat.” (HR. Al Bukhoriy di “Adabul Mufrod”/1233/shohih). Hadits ini sekaligus menjadi penguat riwayat yang disebutkan oleh Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh.

Dan ternyata memang benar penjelasan Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh. Setan jin dan manusia tengah menyusun makar di balik tabir untuk menjahati Ahlussunnah.
Ternyata para setan jin tidak puas dengan hijrohnya para tentara Alloh yang luka-luka ke Shon’a. Setan-setan tadi membakar jiwa busuk anshorul laat rofidhoh untuk melanjutkan kejahatannya. Rofidhoh yang memang jiwa mereka penuh kedengkian langsung terbakar dan meradang melihat para tentara Alloh berobat di dalam gedung yang megah itu (padahal dengan biaya sewa bulanan yang amat mahal). Memang wilayah ini tidak bersih dari para rofidhoh. Tapi kami sudah amat kesulitan untuk mencari tempat untuk menampung sekian banyak ikhwah yang luka. Para budak setan tadi berunding dengan penuh kebencian untuk mengusir tentara Alloh dari gedung tadi.  Akhirnya mereka berusaha mengumpulkan tanda tangan yang menuntut diusirnya para tentara Alloh dari daerah jalan “An Nashr” ini. Lalu mereka mendatangi pimpinan wilayah ini dan mengemukakan tuntutan jahat mereka. Alhamdulillah, ternyata Alloh menurunkan rasa rohmat ke dalam jiwa pimpinan wilayah ini dan dengan berani beliau menolak tuntutan terkutuk para setan manusia tadi.

Bab Dua: Tawakkal Para Sang Pemegang Ubun-ubun Para Makhluk

Berita tadi ana dapatkan dari akh Muhammad Az Zinamiy Al Muhandis, salah satu mas’ul urusan para thullab Ahlussunnah. Juga diperkuat oleh beberapa tokoh dari Ta’iz.

Kami tahu bahwasanya rofidhoh tak akan puas dengan kekalahan ini. Mereka akan terus mencari cara untuk mencelakakan muslimin, terutama pihak dianggap sebagai batu sandungan terbesar mereka: ulama dan pelajar Ahlussunnah.

Kewaspadaan harus terus dikokohkan, kelengahan adalah lubang penyesalan. Alhamdulillah beberapa pemuda Ahlussunnah rajin berjaga di bagian depan gedung ini.

Al Imam Asy Syaukaniy rohimahulloh berkata: “Sungguh tiada amanah untum satu orang rofidhiypun, terhadap orang yang menyelisihinya dalam madzhabnya dan beragama dengan selain agama rofdh. Bahkan dia itu menghalalkan hartanya dan darahnya ketika ada kesempatan sekecil apapun yang nampak. Karena orang lain itu bagi rofidhiy adalah halal darahnya dan hartanya. Dan rasa cinta yang ditampakkannya hanyalah tuqiyyah (topeng penyamaran) belaka. Bekas cinta tadi akan hilang dengan semata-mata adanya kesempatan yang memungkinkan. Dan kami telah seringkali mencoba fenomena ini. (“Adabuth Tholab”/hal. 61/Darul Kutubil ‘Ilmiyyah).

Ahlussunnah wal Jama’ah tidak takut kecuali pada Alloh. Untuk apa gentar pada makhluk yang memang bukan di tangan mereka nasib mereka sendiri? Alloh ta’ala berfirman menukilkan ucapan Rosul-Nya Hud yang menjawab kaum musyrikin:

قال إني أشهد الله واشهدوا أني بريء مما تشركون من دونه فكيدوني جميعا ثم لا تنظرون. إني توكلت على الله ربي وربكم ما من دابة إلا هو آخذ بناصيتها إن ربي على صراط مستقيم.

“Hud berkata: sesungguhnya aku menjadikan Alloh sebagai saksi, dan saksikanlah oleh kalian bahwasanya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan selain Alloh. Maka bikinlah oleh kalian semua tipu daya untukku lalu janganlah kalian membikin tempo. Sungguh aku bertawakkal pada Alloh, Robbku dan Robb kalian. Tiada suatu makhluk melatapun kecuali Alloh memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Robbku ada di atas jalan yang lurus.” (QS. Hud: 54-55).

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Maka barangsiapa Dia -yaitu Alloh- bersamanya, maka siapakah yang bisa mengalahkannya atau menimpakah kejelekan padanya? Maka jika Alloh bersama sang hamba, siapakah yang perlu dia takuti? Tapi jika Alloh tidak bersamanya, maka siapakah yang dia harapkah dan kepada siapakah dia percaya? Dan siapakah yang akan menolongnya setelah Alloh meninggalkannya? Maka jika sang hamba bangkit dengan menegakkan kebenaran terhadap orang lain dan terhadap dirinya lebih dulu, dan tegaknya dia memang dengan pertolongan Alloh dan untuk Alloh, tiada sesuatupun yang bisa menghadapinya, sekalipun seluruh langit, bumi dan gunung membikin tipu daya terhadapnya, pastilah Alloh akan mencukupi kebutuhannya, dan menjadikan untuknya jalan keluar dari tipu daya tadi.” (“I’lamul Muwaqqi’in”/2/hal. 178).

Matahari  sudah hampir terbit, diiringi kicauan burung dan kokoh ayam jantan menyanjung keagungan Penguasa jagat.

Sampai di sini dulu surat pendek ini, Semoga Allah memberkahi kita semua.

والحمد لله رب العالمين

images (4)

Shon’a 7 Jumadal Ula 1435 H.

Aamiin ya Robbal ‘alamin.