anigif Malaikat itu teman mukminPembukuan Faidah Jawaban Soal Para Ikhwah

Judul Asli: “Tadwinul Faidah, Jawabun ‘An Asilati Ba’dhil Ikhwah”

Judul Terjemahan Bebas: “Pembukuan Faidah Jawaban Soal Para Ikhwah”

Ditulis dan Diterjemahkan Oleh Al Faqir Ilalloh:

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy وفقه الله

بسم الله الرحمن الرحيم

Pengantar Penulis عفا الله عنه

الحمد لله رب العالمين وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد

Ini adalah sebagian pertanyaan dari para ikhwah yang saya jawab dan saya susun kembali sesuai dengan apa yang dimudahkan oleh Alloh, dan Dia sajalah Yang memberikan taufiq kepada jalan yang paling lurus. Dan tiada upaya dan tiada daya kecuali dengan pertolongan Alloh.

SOAL 1

Seorang saudara حفظه الله bertanya: “Apakah malaikat itu teman akrab orang mukmin? Dan apa maknanya?”

Saya jawab dengan pertolongan Alloh semata: sesungguhnya tugas para malaikat itu banyak, di Antara adalah mereka itu sebagai wali bagi kaum mukminin. Dan termasuk dari perwalian mereka adalah: mereka itu menemani mukminin, memperkuat hati-hati mereka, dan menasihati mereka.

Alloh ta’ala berfirman:

﴿إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا الله ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ * نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ * نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ﴾ [فصلت: 30 – 32]

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Robb kami adalah Alloh, kemudian mereka istiqomah (tetap lurus), akan turunlah kepada mereka para malaikat yang berkata: “Janganlah kalian takut, dan janganlah kalian bersedih hati. Dan bergembiralah kalian dengan Jannah yang dulu kalian dijanjikan dengannya. Kami adalah para wali kalian dalam kehidupan dunia dan di Akhirat, dan kalian di dalamnya akan mendapatkan apa yang diinginkan oleh diri kalian, dan kalian di dalamnya akan mendapatkan apa yang kalian minta, sebagai hidangan dari Ghofur (Yang Maha Pengampun) dan Rohim (Yang Maha Penyayang).”

Al Imam Al Baghowiy رحمه الله berkata: “Kami adalah para wali kalian” para malaikat yang turun kepada mereka dengan membawa kabar gembira berkata pada mereka: “Kami adalah para wali kalian, penolong kalian dan pecinta kalian.” (“Ma’alimut Tanzil”/7/hal. 173).

Al Imam An Nasafiy رحمه الله berkata: “Sebagaimana para setan adalah pengiring dan saudara bagi orang-orang yang durhaka, maka begitu pula para malaikat adalah wali bagi orang-orang yang bertaqwa, pecinta bagi mereka di dunia dan akhirat.” (“Tafsir An Nasafiy”/3/hal. 268).

Al Imam As Sam’aniy رحمه الله berkata: “Dan makna wilayah adalah penjagaan, pertolongan dan bantuan.” (“Tafsirus Sam’aniy”/5/hal. 485).

Alloh ta’ala berfirman:

﴿لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ الله﴾ [الرعد: 11].

“Sang hamba memiliki pengawal-pengawal di depannya dan di belakangnya, mereka menjaganya dengan perintah Alloh.”

Al Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata: “Yaitu: sang hamba memiliki malaikat-malaikat yang silih berganti mengawalnya, penjaga di waktu malam, dan penjaga di waktu siang. Mereka menjaganya dari kejelekan-kejelekan, musibah-musibah, sebagaimana para malaikat yang lain mencata amalan-amalannya, yang baik atau yang jelek, malaikat di malam hari dan malaikat di siang hari. Dua malaikat: di sebelah kanan dan kiri mencatat amalan-amalan. Yang sebelah kanan mencatat amal baik, dan yang di sebelah kiri mencatat amal buruk. Dua malaikat yang lain menjaganya dan melindunginya, yang satu di belakang, dan yang satu di depannya. Maka sang hamba ada di antara empat malaikat, dan empat yang lain di malam hari sebagai pengganti dua penjaga dan dua pencatat, sebagaimana datang dalam hadits shohih:

«يتعاقبون فيكم ملائكة بالليل وملائكة بالنهار، ويجتمعون في صلاة الصبح وصلاة العصر، فيصعد إليه الذين باتوا فيكم فيسألهم وهو أعلم بكم: كيف تركتم عبادي؟ فيقولون: أتيناهم وهم يصلون، وتركناهم وهم يصلون».

“Para malaikat di waktu malam dan malaikat di waktu siang mendatangi kalian silih berganti, dan mereka berkumpul di sholat shubuh dan ashr. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam di antara kalian, lalu Robb mereka menanyai mereka padahal Dia lebih tahu tentang mereka: “Bagaimana kalian tinggalkan para hamba-Ku?” mereka menjawab: “Kami meninggalkan mereka dalam keadaan mereka sholat, dan Kami mendatangi mereka dalam keadaan mereka sholat.” [HR. Al Bukhoriy (555) dan Muslim (632)].

Dan dalam hadits lain:

«إن معكم من لا يفارقكم إلا عند الخلاء وعند الجماع، فاستحيوهم وأكرموهم».

“Sesungguhnya kalian itu disertai oleh “orang” yang tidak berpisah dengan kalian kecuali saat kalian buang hajat dan ketika kalian bersetubuh dengan istri kalian. Maka malulah kalian kepada mereka, dan muliakanlah mereka.” [HR. At Tirmidziy (2800) dari Ibnu Umar رضي الله عنهما. Di dalam sanadnya ada Laits dari Nafi’, dan dia adalah Laits bin Abi Sulaim. Lemah].

-kemudian beliau menyebutkan beberapa atsar Salaf, lalu beliau berkata:- “Yang jelas adalah, Alloh a’lam, bahwasanya maksud Ibnu Abbas, Ikrimah dan Adh Dhohhak dengan ini ucapan tadi adalah, bahwasanya penjagaan para malaikat kepada para hamba itu menyerupai penjagaan para hamba kepada raja-raja mereka dan pemimpin-pemimpin mereka.” (“Tafsirul Qur’anil ‘Azhim”/4/hal. 4438).

Dan termasuk dari dalil bab ini adalah firman Alloh ta’ala:

﴿إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ﴾ [الأنفال: 12].

“Ingatlah ketika Robbmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kalian,” Maka kokohkanlah orang-orang yang beriman. Aku akan melemparkan rasa takut ke dalam hati-hati orang-orang kafir. Maka pukullah di atas leher-leher mereka, dan pukullah ujung-ujung jari mereka.”

Al ‘Izz bin Abdis Salam رحمه الله berkata: “Sesungguhnya Aku bersama kalian” yaitu aku adalah Penolong kalian. “Maka kokohkanlah orang-orang yang beriman” dengan hadirnya kalian dalam perang ini, atau dengan peperangan kalian di hari Badr, atau dengan perkataan kalian (pada Mukminin): “Kalian tak akan tertimpa kekalahan dari musuh kalian.”.” (“Tafsir Ibnu Abdis Salam”/2/hal. 211).

Syaikhul Islam رحمه الله berkata: “Dan para malaikat turun kepada hati-hati kaum mukminin, sebagaimana firman Alloh: “Ingatlah ketika Robbmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kalian,” Maka kokohkanlah orang-orang yang beriman. “ maka yang demikian itu adalah kekokohan yang turun ke dalam hati-hati dengan perantaraan para malaikat. Dan itu adalah ketentraman.” (“Majmu’ul Fatawa”/12/hal. 249).

Dan termasuk dari dalil bab ini adalah: hadits Abdulloh bin Mas’ud رضي الله عنه yang berkata:

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: «ما منكم من أحد إلا وقد وكل به قرينه من الجن وقرينه من الملائكة». قالوا: وإياك ؟ يا رسول الله. قال: «وإياي إلا أن الله أعانني عليه فأسلم فلا يأمرني إلا بخير».

“Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda: “Tiada seorangpun dari kalian kecuali telah diwakilkan kepadanya pengiringnya dari jin dan pengiringnya dari malaikat.” Para Shohabat bertanya: “Kepada Anda juga wahai Rosululloh?” beliau menjawab: “Kepadaku juga, hanya saja Alloh telah menolongku untuk menghadapinya (pengiring yang dari jin) sehingga dia masuk Islam, maka dia tidak menyuruhku kecuali kepada kebaikan.” (HR. Muslim (2814)).

Al Imam Ibnul Qoyyim  berkata: “Maka malaikat itu loyal pada manusia yang sesuai dengannya, dengan nasihat, bimbingan, pengokohan, pengajaran, melontarkan kebenaran melalui idahnya, membelanya dari musuhnya, memohonkan ampunan untuknya jika dia tergelincir, mengingatkannya jika dia lupa, menghiburnya jika dia sedih, melontarkan ketenangan ke dalam hatinya jika dia tengah ketakutan, membangunkannya untuk sholat jika dia tertidur, menjenjikannya dengan kebaikan, mendorongnya untuk membenarkan janji Alloh, memperingatkannya dari bertopang ke dunia, memperpendek angan-angannya, membangkitkan minatnya kepada pahala yang ada di sisi Alloh.

Maka malaikat adalah teman akrab dia ketika dia kesepian, sebagai wali dia, pengajarnya, yang mengokohkannya, yang menenangkan hatinya, yang membesarkan minatnya kepada kebaikan, yang memperingatkannya dari kejelekan, memohonkan ampun untuknya jika dia berbuat jelek, mendoakan untuknya kekokohan jika dia berbuat baik. Jika dia bermalam dalam keadaan suci dan berdzikir pada Alloh, malaikat bermalam bersamanya di dalam bajunya. Jika musuhnya bermaksud berbuat jelek padanya dalam keadaan dia tidur, malaikat membelanya.

Dan para setan adalah wali bagi jenis manusia yang kedua, mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Alloh ta’ala berfirman:

﴿تالله لقد أرسلنا إلى أمم من قبلك فزين لهم الشيطان أعمالهم فهو وليهم اليوم﴾

“Demi Alloh, sungguh Kami telah mengutus kepada umat-umat sebelummu, maka setan menghiasi untuk mereka amalan mereka, maka setan itu adalah wali mereka pada hari ini.”

Dan Alloh ta’ala berfirman:

﴿كتب عليه أنه من تولاه فأنه يضله ويهديه إلى عذاب السعير﴾

“Telah ditetapkan kepadanya (setan) bahwasanya barangsiapa loyal kepadanya maka setan itu akan menyesatkannya dan membimbingnya kepada siksaan Neraka Sa’ir.”

Dan Alloh ta’ala berfirman:

﴿ومن يتخذ الشيطان وليا من دون الله فقد خسر خسرانا مبينا يعدهم ويمنيهم وما يعدهم الشيطان إلا غرورا أولئك مأواهم جهنم ولا يجدون عنها محيصا﴾.

“Dan barangsiapa mengambil setan sebagai walinya, bukan Alloh, maka sungguh dia telah merugi dengan kerugian yang nyata. Setan menjanjikan pada mereka dan memberikan angan-angan pada mereka. Dan tidaklah setan menjanjikan pada mereka kecuali tipuan belaka. Mereka itu tempat tinggal mereka adalah Jahannam, dan mereka tidak bisa mendapatkan tempat menghindar darinya.”

Dan Alloh ta’ala berfirman:

﴿وإذا قلنا للملائكة اسجدوا لآدم فسجدوا إلا إبليس كان من الجن ففسق عن أمر ربه أفتتخذونه وذريته أولياء من دوني وهم لكم عدو بئس للظالمين بدلا﴾.

“Dan ingatlah ketika Kami berkata pada para malaikat: “Sujudlah kalian pada Adam,” Maka mereka sujud, kecuali iblis, dia itu dari kalangan jinn, lalu dia membangkang dari perintah Robbnya. Maka apakah kalian akan menjadikan dia dan keturunannya sebagai wali-wali kalian, bukannya Aku, padahal mereka itu adalah musuh bagi kalian? Buruk sekali pengganti bagi orang-orang yang zholim itu.”

Kita lanjutkan ucapan Al Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله)

Maka jenis ini punya kesusuaian alami antara jiwa-jiwa mereka dengan para setan, yang dengan itu jiwa mereka condong kepada sifat, akhlak dan amalan setan. Maka para setan loyal pada mereka, kebalikan dari loyalitas para malaikat pada orang yang sesuai dengan mereka. Maka setan benar-benar menghasung mereka kepada maksiat, benar-benar menggoyang-goyang mereka agar menuju kepada maksiat sehingga mereka tidak mendapatkan ketentraman, setan menghiasi untuk mereka keburukan-keburukan dan menjadikannya melambai-lambai kepada hati mereka, menjadikannya manis di dalam jiwa mereka, membikin ketaatan pada Alloh itu terasa berat, memperlambat mereka untuk berbuat taat, menjadikannya tampak buruk di mata mereka, memunculkan berbagai ucapan-ucapan buruk pada lidah mereka dan tidak berfaidah, dan menghiasi ucapan buruk tadi di pendengaran orang yang mendengarnya dari mereka, setan bermalam bersama mereka di mana saja mereka bermalam, tidur siang bersama mereka di mana saja mereka tidur siang, menyertai mereka dalam harta mereka, anak mereka dan istri mereka, makan bersama mereka, minum bersama mereka, bersetubuh bersama mereka, tidur bersama mereka.

Alloh ta’ala berfirman:

﴿ومن يكن الشيطان له قرينا فساء قرينا﴾.

“Dan barangsiapa setan itu menjadi teman seiring baginya, maka setan itu adalah teman seiring yang amat buruk.”

Alloh ta’ala berfirman:

﴿ وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ * وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ * حَتَّى إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ﴾ [الزخرف/36-38].

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Ar Rohman, Kami akan kuasakan untuknya setan, maka setan itu menjadi teman seiring baginya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang lurus, dan mereka mengira bahwasanya mereka itu mendapatkan petunjuk. Sampai jika dia datang pada Kami dia berkata: “Aduh, andaikata antara diriku dan dirimu adalah sejauh antara barat dan timur.” Maka setan itu adalah teman seiring yang paling jelek.” (“Roudhotul Muhibbin”/hal. 260-262).

Jadi di antara perwalian malaikat pada kaum Mukminin adalah: menimbulkan hiburan di dalam hatinya, memberanikan jiwanya, mendatangkan ketentraman, mendatangkan ilham, mempertajam firasatnya, memperingatkannya dari berbuat batil sebagaimana bisa dirasakan oleh orang yang mata hatinya tajam, bahkan terkadang saat dia tertidur seakan-akan ada yang membisiki telinganya untuk bangun di saat yang tepat. Wallohu ta’ala a’lam.

Majmu’ah Thaifah Al-Manshurah, Sabtu, 26 Jumadits Tsani 1435 (21:04 wib)